Dasar-dasar Aksesibilitas Website yang Sering Diabaikan Bisnis Kecil
Aksesibilitas website adalah praktik memastikan website bisa diakses dan digunakan oleh semua orang, termasuk yang punya keterbatasan tertentu (penglihatan, pendengaran, motorik). Topik ini sering dianggap cuma relevan buat website skala besar atau institusi pemerintah, padahal bisnis kecil juga bisa mendapat manfaat dari menerapkan dasar-dasarnya.
Ini beberapa prinsip dasar aksesibilitas yang sering diabaikan, tapi sebenarnya nggak sulit diterapkan.
Kenapa Aksesibilitas Penting, Meski Bisnis Kecil
Memperluas jangkauan audiens. Ada banyak calon pelanggan yang punya keterbatasan tertentu tapi tetap aktif browsing internet. Website yang aksesibel membuka peluang buat menjangkau mereka juga.
Mencerminkan bisnis yang inklusif. Website yang mempertimbangkan aksesibilitas menunjukkan kepedulian terhadap semua jenis pengunjung, bukan cuma yang "standar".
Seringkali sejalan dengan praktik SEO yang baik. Banyak elemen aksesibilitas (seperti alt text, struktur heading yang jelas) juga membantu mesin pencari memahami konten website dengan lebih baik.
Prinsip Dasar Aksesibilitas yang Bisa Diterapkan
Kontras warna yang cukup. Pastikan teks punya kontras yang jelas dengan latar belakangnya, biar tetap terbaca oleh orang dengan keterbatasan penglihatan warna atau di kondisi pencahayaan yang kurang ideal.
Ukuran teks yang cukup besar. Teks yang terlalu kecil menyulitkan banyak orang, terutama pengguna dengan gangguan penglihatan atau yang mengakses lewat perangkat kecil.
Alt text pada gambar. Seperti yang udah dibahas sebelumnya, alt text membantu pengguna screen reader memahami konten gambar yang nggak bisa mereka lihat langsung.
Struktur heading yang logis. Gunakan heading (H1, H2, H3) secara berurutan dan logis, bukan cuma buat efek visual. Ini membantu pengguna screen reader memahami struktur halaman.
Navigasi yang bisa diakses lewat keyboard. Beberapa pengguna nggak menggunakan mouse dan mengandalkan keyboard buat navigasi. Pastikan elemen interaktif (tombol, link, form) bisa diakses dengan tombol Tab.
Label yang jelas pada form. Setiap input form idealnya punya label yang jelas, biar pengguna (termasuk yang pakai screen reader) paham apa yang harus diisi.
Hindari mengandalkan warna saja buat menyampaikan informasi. Misalnya, jangan cuma pakai warna merah buat menandakan error tanpa disertai teks penjelasan, karena orang dengan buta warna nggak akan menangkap sinyal itu.
Nggak Perlu Sempurna dari Awal
Menerapkan aksesibilitas nggak harus langsung sempurna 100% sesuai standar teknis yang kompleks. Mulai dari prinsip-prinsip dasar di atas udah merupakan langkah besar dibanding website yang sama sekali nggak mempertimbangkan aksesibilitas.
Aksesibilitas Itu Bagian dari Pengalaman Pengguna yang Baik
Pada dasarnya, aksesibilitas adalah bagian dari membuat pengalaman pengguna yang baik secara keseluruhan — bukan fitur terpisah yang cuma buat kelompok tertentu. Website yang aksesibel biasanya juga lebih nyaman digunakan oleh semua orang, terlepas dari ada tidaknya keterbatasan tertentu.
Mau cek apakah website kamu udah menerapkan dasar-dasar aksesibilitas dengan baik?
Konsultasi Gratis via WhatsApp