5 Hal yang Wajib Dicek Sebelum Pilih Jasa Pembuatan Website (Biar Nggak Kena Tipu/Kecewa)
Cari jasa pembuatan website itu gampang โ tinggal ketik di Google atau scroll Instagram, langsung nemu puluhan penawaran. Yang susah itu milih yang beneran bisa dipercaya.
Banyak cerita pemilik bisnis yang udah bayar DP, terus vendornya menghilang. Atau websitenya jadi, tapi nggak bisa diapa-apain lagi karena semua akses cuma dipegang si developer. Atau lebih parah โ udah bayar lunas, hasilnya asal jadi, nggak sesuai yang dijanjiin di awal.
Biar kamu nggak masuk ke skenario itu, ini 5 hal yang wajib kamu cek dulu sebelum deal sama jasa pembuatan website manapun.
1. Cek Portfolio โ Tapi Jangan Cuma Lihat, Coba Beneran
Hampir semua vendor pasti punya portfolio di website atau Instagram mereka. Tapi jangan cuma lihat screenshot-nya doang โ klik link-nya, buka websitenya beneran.
Yang perlu kamu perhatikan:
- Apakah websitenya masih aktif dan jalan normal (bukan portfolio "kuburan" yang udah nggak bisa diakses)?
- Coba buka dari HP โ apakah tampilannya rapi juga di mobile, bukan cuma di desktop?
- Perhatikan kecepatan loading-nya. Kalau portfolio mereka sendiri aja lemot, gimana hasil kerjaan buat kamu nanti?
2. Tanya Detail: Siapa yang Pegang Domain, Hosting, dan Akun-Akun Penting?
Ini yang paling sering jadi masalah belakangan hari. Banyak kasus di mana developer bikin semua akun (domain, hosting, database) pakai email/akun mereka sendiri โ bukan punya kamu. Begitu ada masalah, komunikasi putus, atau vendornya "menghilang", kamu nggak punya akses sama sekali ke website kamu sendiri.
Pastikan dari awal kamu tanya jelas:
- Domain terdaftar atas nama siapa?
- Siapa yang pegang login hosting/database?
- Apakah semua akses bakal diserahkan penuh ke kamu setelah proyek selesai?
Vendor yang transparan biasanya nggak keberatan jelasin ini โ bahkan idealnya, kamu yang input sendiri data-data sensitif (kayak email, password) langsung pas setup, bukan diwakilkan ke developer.
3. Waspada Harga yang "Kelewat Murah" Tanpa Penjelasan
Bukan berarti harga murah itu otomatis red flag. Tapi kalau harganya jauh di bawah pasaran tanpa ada penjelasan kenapa bisa semurah itu, itu layak dicurigai. Beberapa kemungkinan:
- Pakai template gratisan yang di-tempel logo doang (bukan dibangun custom sesuai kebutuhan)
- Nggak termasuk domain/hosting (nanti kena biaya tambahan di luar dugaan)
- Kualitas support after-sales nggak ada sama sekali
Minta rincian jelas: harga itu udah termasuk apa aja? Domain? Hosting? Berapa lama proses pengerjaan? Ada revisi berapa kali?
4. Cek Cara Mereka Komunikasi Sebelum Deal
Cara vendor merespons kamu sebelum bayar itu biasanya jadi indikator kuat gimana mereka bakal treat kamu setelah bayar.
- Apakah mereka jelasin proses kerja dengan jelas, atau cuma jawab seadanya?
- Apakah mereka nanya kebutuhan bisnis kamu spesifik, atau langsung nawarin paket generic?
- Berapa lama respons chat mereka?
Kalau dari awal aja udah lambat/nggak jelas, kemungkinan besar itu bakal jadi pola selama proyek berjalan.
5. Pastikan Ada Kejelasan soal Revisi dan Kepemilikan Akhir
Sebelum bayar DP, tanya dan pastikan tertulis jelas (minimal via chat, syukur-syukur ada semacam kesepakatan formal):
- Berapa kali revisi yang termasuk dalam harga?
- Kapan tepatnya website jadi milik kamu 100% (setelah DP? Setelah lunas? Ada dokumentasi serah terima?)
- Apa yang terjadi kalau kamu mau ganti developer di kemudian hari โ apakah semua source code dan akses bisa dipindahtangankan dengan mudah?
Ini penting banget terutama buat bisnis yang berencana pakai website itu jangka panjang, bukan cuma proyek sekali jadi.
Kesimpulan
Milih jasa pembuatan website itu sebenarnya mirip kayak milih kontraktor buat renovasi rumah โ butuh riset dulu sebelum kasih uang muka. Nggak semua vendor murah itu buruk, dan nggak semua yang mahal itu pasti bagus. Yang penting itu transparansi: jelas di harga, jelas di proses, dan jelas soal siapa yang punya kendali penuh atas website kamu di akhir proyek.
Kalau kamu ketemu vendor yang jawab semua 5 poin di atas dengan jelas dan terbuka, itu tanda bagus buat lanjut.
Masih ragu atau punya pertanyaan spesifik soal proses kerja kami?
Tanya-Tanya Dulu via WhatsApp